Rekomendasi Merk Obat Batuk Untuk Ibu Hamil Langsung Sembuh

Obat batuk untuk ibu hamil
Obat batuk untuk ibu hamil

Merk obat batuk untuk ibu hamil yang beredar di pasaran jenisnya beragam. Ketika diserang batuk selama masa kehamilan, ibu hamil harus mengonsumsi obat batuk agar batuk ini cepat sembuh. Ibu hamil harus selalu memastikan diri tetap sehat dan bugar agar janin yang dikandung juga selalu sehat hingga proses melahirkan berlangsung.

Memilih merk obat batuk untuk ibu hamil yang tepat dan benar menjadi keharusan. Penggunaan obat yang tepat dapat membuat batuk cepat sembuh serta tidak mengganggu janin yang sedang dikandung oleh sang ibu hamil.

Sebelum mengetahui merk obat batuk untuk ibu hamil yang bagus, perlu mengetahui cara menentukan keamanan suatu obat bagi ibu hamil. Obat yang digunakan untuk ibu hamil memiliki kategori yang disebut dengan FDA Pregnancy Categories. Secara umum, ada lima kategori obat untuk ibu hamil, yaitu:

  1. Kategori A. Obat yang masuk kategori A dari hasil penelitian dinyatakan tidak memiliki bahaya pada ibu dan janin. Contoh obat kategori ini adalah asam folat.
  2. Kategori B. Obat kategori B merupakan obat yang tidak menunjukan risiko pada janin. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan atau penelitian yang sudah dilakukan menunjukan risiko pada janin hewan dan tidak menunjukan risiko pada janin manusia. Contoh obat kategori B adalah Metformin.
  3. Kategori C. Obat yang belum pernah dilakukan penelitian pada manusia, namun penelitian pada hewan menunjukan risiko pada janin akan dimasukan ke dalam kategori C. Penelitian menghasilkan manfaat lebih banyak daripada risiko yang akan diberikan. Tramadol termasuk obat kategori C.
  4. Kategori D. Obat yang dimasukan ke kategori D memiliki risiko pemakaian dari hasil penelitian, namun manfaat yang akan diberikan lebih potensial. Hal ini membuat obat tetap diberikan karena mampu menyelamatkan ibu hamil dari ancaman kematian.
  5. Kategori X. Obat kategori X merupakan obat-obat yang telah dilakukan penelitian dan hasilnya obat tersebut membahayakan janin, baik pada manusia atau hewan. Risiko penggunaan obat jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Setelah mengetahui kategori-kategori obat tersebut, berikut ini merupakan jenis-jenis obat batuk yang cocok untuk ibu hamil dan penggunaannya masih masuk kategori yang aman:

Dextrometorphan Sebagai Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Hamil Trimester Pertama

obat batuk yang aman untuk ibu hamil trimester pertama
obat batuk yang aman untuk ibu hamil trimester pertama

Dextrometorphan merupakan salah satu jenis obat antitusif, yaitu obat yang mampu menekan pusat batuk di otak. Obat ini akan menaikan ambang rangsang batuk sehingga anda tidak akan batuk terlalu sering.

Dextrometorphan dapat dikonsumsi sebanyak 10 mg setiap 4 jam atau sebanyak 6 kali dalam satu hari. Obat ini bagus untuk batuk kering yang terjadi karena flu atau pilek. Namun, obat ini bukan obat yang cocok untuk anda yang memiliki alergi terhadap Dextrometorphan dan memiliki gangguan liver.

Dextrometorphan juga memiliki efek samping seperti mual dan muntah, pusing, serta mengantuk yang akan didapatkan setelah mengonsumsi obat. Obat ini termasuk ke dalam obat kategori C di dalam sistem FDA pregnancy category. Sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Anda bisa menemukan Dextrometorphan di pasaran dengan merek dagang seperti Duract, Bodrex Flu dan Batuk, Colfin, dan Anadex.

Kodein Sebagai Obat Batuk untuk Ibu Hamil Muda

obat batuk untuk ibu hamil muda
obat batuk untuk ibu hamil muda

Kodein juga termasuk ke dalam obat antitusif yang dapat menekan batuk dengan cara menekan pusat batuk di otak. Kodein dapat digunakan sebagai obat batuk ibu hamil 5 bulan untuk mengobati batuk kering. Akan tetapi, untuk anda yang menderita asma kronis, asma akut, alergi pada kodein, serta gangguan liver sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Kodein dapat dikonsumsi 3 hingga 4 kali dalam satu hari dengan takaran sebanyak 15-30 mg sekali konsumsi. Efek samping yang mungkin akan dirasakan setelah penggunaan obat adalah ketergantungan, mual, muntah, gangguan buang air kecil, dan sakit kepala. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, sirup, dan tablet tergantung pada merek dagangnya masing-masing.

Di pasaran, anda bisa menemukan Kodein dengan merek dagang seperti Codipront, Codikaf, dan Codipront Cum Expectorant. Di dalam sistem FDA pregnancy category, obat ini masuk ke katogori C. Hal ini berarti anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan kodein. Namun, untuk penggunaan jangka panjang, obat ini termasuk kategori D.

Guaifenesin Sebagai Obat Batuk Ibu Hamil 5 Bulan

Guaifenesin merupakan obat batuk jenis ekpektoran dan menjadi obat batuk untuk ibu hamil muda. Obat batuk ini akan mengobati batuk dengan mengeluarkan mukus dari saliran pernapasan. Anda bisa menggunakan obat ini setiap 4 jam atau sebanyak 6 kali dalam satu hari. 

Obat ini merupakan obat batuk berdahak untuk ibu hamil. Namun, jika anda alergi terhadap Guaifenesin maka sebaiknya pilih obat batuk lainnya. Efek samping yang mungkin akan dirasakan setelah penggunaan obat adalah mual, muntah, sakit kepala, pusing, atau reaksi alergi obat.

Guaifenesin masuk ke dalam obat kategori C yang bisa anda gunakan dengan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Contoh obat Guaifenesin yang dijual di pasaran adalah Benadryl, Mucinex, Organidin NR, dan Robitussin.

Bromhexine Sebagai Obat Batuk Berdahak untuk Ibu Hamil

obat batuk berdahak untuk ibu hamil
obat batuk berdahak untuk ibu hamil

Bromhexine merupakan obat batuk yang masuk golongan obat mukolik. Obat ini akan menyembuhkan batuk dengan cara mengurangi kekentalan dahak dan mengeluarkannya melalui batuk. Dalam kategori FDA pregnancy category, Bromhexine termasuk obat kategori A sehingga menjadi obat batuk yang aman untuk ibu hamil trimester pertama. Namun, kategori ini dapat berbeda tergantung pada merek dagang yang dijual di pasaran. Ada beberapa merek dagang Bromhexine yang mencampur obat bersama dengan bahan lainnya, seperti histamin dan antipiretik. Campuran ini membuat kategori obat menjadi berubah.

Jika anda menggunakan Bromhexine sebaiknya konsumsi setelah makan sebanyak 3 kali dalam satu hari. Sekali konsumsi, dosis yang dianjurkan adalah 8 hingga 16 mg. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Anda dapat menemui Bromhexine di pasaran dengan mereka dagang Wood’s Peppermint Expectorant, Bisolvon, Bodrex flu dan batuk berdahak, dan OBH Itrasal.