Lodia 2 Mg: Obat untuk Mengatasi Diare Ringan, Akut dan Kronis

Lodia obat apa
Lodia obat apa

Lodia Obat Apa Anda sebaiknya tidak membiarkan penyakit diare berlangsung terlalu lama tanpa ada penanganan. Meskipun tergolong ringan tetapi diare bisa menjadi parah sehingga dapat menyebabkan gangguan serius seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus bahkan kematian. Salah satu obat untuk menangani diare adalah Lodia.

Lodia merupakan obat yang digunakan untuk mengobati diare ringan, diare akut, sindrom iritasi usus atau diare kronis yang disebabkan reseksi usus. Obat yang diproduksi oleh Sanbe Farnam ini, berbentuk tablet dengan berat 2 Mg.

Sebelum, saya membahas lebih detail mengenai obat diare Lodia, saya akan menjelaskan terlebih dahulu, apa itu diare. Diare adalah salah satu penyakit berupa gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Adapun bakteri penyebab diare yang paling umum adalah e. coli, rotavirus, shigella, cryptosporidium, norovirus, dan giardia intestinalis.

Diare
Diare

Umumnya, penderita akan buang air besar sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari dengan tinja/kotoran yang lembek atau cair. Selain itu, diare ditandai dengan rasa haus terus-menerus, sakit (kram) perut, kehilangan nafsu makan dan keinginan untuk terus bolak-balik ke toilet.

Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai obat diare Lodia, mari simak penjelasan dibawah ini.

Obat Diare Lodia 2 Mg

Obat diare Lodia
Obat diare Lodia

Lodia termasuk golongan obat keras (harus dengan resep dokter) dengan kelas Agonis opioid reseptor. Lodia dipasarkan dengan kemasan 1 dos isi 6 strip x 10 tablet 2 mg. Obat ini mengandung Loperamide HCl setara loperamide 2 mg / filcotab dimana mekanisme kerjanya mirip dengan morfin yaitu mengurangi aktivitas pleksus myenteric usus besar sehingga memperlambat ritme kontraksi usus.

Dengan adanya kandungan Loperamide yang merupakan agonis opioid reseptor , zat-zat dapat tinggal didalam usus lebih lama sehingga menyediakan waktu lebih banyak untuk menyerap air keluar dari kotoran yang membuat kotoran menjadi lebih padat (tidak cair).
Perlu Anda ketahui bahwa obat ini hanya bersifat simptomatik yaitu sebagai pengobatan tambahan yang dapat dilakukan pada terapi rehidrasi. Anda dapat membeli obat diare Lodia ini di apotek-apotek terdekat dimana harga Lodia berkisar Rp 12.000/strip (10 tablet).

Indikasi Lodia

Berikut dibawah ini beberapa kegunaan obat Lodia tablet 2 mg.

  • Diare akut nonspesifik
  • Sindrom iritasi usus atau  Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  • Diare ringan
  • Diare kronis sekunder untuk penyakit radang usus
  • Diare kronis yang disebabkan oleh reseksi usus (pemotongan sebagian usus usus halus atau usus besar)
  • Mengurangi jumlah tinja pada orang yang memiliki ileostomy yaitu suatu lubang pada dinding abdomen (perut) yang dibuat selama operasi.

Kontra Indikasi Lodia

Berikut dibawah ini beberapa kontra indikasi yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat diare Lodia.

  • Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita yang mempunyai riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Jangan digunakan sebagai terapi utama pada pasien dengan disentri akut yang ditandai dengan ulcerative colitis akut, darah dalam tinja dan demam tinggi, enterocolitis bakteri yang disebabkan oleh organisme yang dapat menembus dinding usus termasuk Salmonella, Shigella, dan Campylobacter, serta pada pasien dengan kolitis pseudomembran yang terkait dengan penggunaan antibiotik spektrum luas.
  • Jangan gunakan obat ini untuk pengobatan infeksi C. difficile karena dapat menyebabkan pengendapan megakolon toksik dan peningkatan resiko retensi (pengendapan) racun.
  • Tidak digunakan oleh anak-anak di bawah 3 tahun, sakit sistemik, kekurangan gizi, dan dehidrasi
  • Tidak boleh digunakan pada kondisi di mana penghambatan peristaltik (gerakan meremas-remas pada dinding kerongkongan) harus dihindari atau terjadi kejang perut.

Efek Samping Obat Diare Lodia

Efek samping Lodia
Efek samping Lodia

Umumnya, setiap obat generik selalui memiliki efek samping termasuk Lodia. Berikut dibawah ini beberapa efek samping penggunaan obat diare Lodia yang umum terjadi.

  • Sakit atau kram perut
  • Konstipasi atau sembelit
  • Mual
  • Mengantuk
  • Muntah
  • Mulut Kering
  • Pusing

Selain efek samping diatas, ada juga beberapa efek samping dari penggunaan obat diare Lodia yang jarang terjadi seperti:

  • Bentuk akut distensi kolon atau toxic megacolon
  • Anaphylaxis – reaksi alergi berat
  • Pseudo-obstruction
  • Stevens-Johnson syndrome
  • Angioedema – pembengkakan yang umum terjadi karena reaksi alergi
  • Erythema multiforme
  • Retensi urine (gangguan pada kandung kemih sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine)

Dosis Obat Diare Lodia

Berikut dibawah ini dosis dari penggunaan obat diare Lodia.

  • Dosis umum (lazim): 6 – 8 mg sehari dengan dosis maksimal: 16 mg / hari.
  • Diare akut (dewasa): dosis awal 4 mg kemudian ditambah 2 mg setiap selesai buang air besar. Obat ini digunakan selama maksimal 5 hari.
  • Diare kronik pada dewasa: dosis awal 4 – 8 mg, ditambah 2 mg setiap buang air besar dengan dosis maksimal: 16 mg / hari.
  • Anak usia 4 – 8 tahun: 1 mg 3 – 4 kali sehari. Pemberian obat maksimal 3 hari.
  • Anak usia 9 – 12 tahun: 2 mg 4 kali sehari. Pemberian obat maksimal 5 hari.

Pemberian obat lodia harus dihentikan jika diare tidak sembuh selama 48 jam.

Perhatian Penggunaan Obat Diare Lodia

Berikut dibawah ini hal-hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat diare Lodia.

  • Perbanyak minum selama menggunakan obat diare ini.
  • Segera minta bantuan medis jika timbul gejala alergi seperti gatal, susah bernapas, bengkak pada wajah, lidah, tenggorokan atau bibir.
  • Terkadang, diare berkurang setelah 48 jam penggunaan obat Lodia. Jika setelah 10 hari pengguaan obat Lodia, diare tidak berkurang, segera hubungi dokter.
  • Hindari aktivitas mengemudi karena efek samping dari penggunaan obat ini adalah mengantuk, pusing atau kelelahan.
  • Berhati-hatilah menggunakan obat ini pada penderita gangguan hati.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui karena Loperamide akan ikut keluar bersama ASI (air susu ibu). Selain itu, ibu hamil juga tidak disarankan menggunakan obat ini karena beresiko besar bagi janin yang dikandung. Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya dilakukan jika sangat dibutuhkan dengan perkiraan manfaatnya lebih besar dari resiko yang mungkin terjadi.

Sekian artikel mengenai Lodia 2 Mg obat untuk mengatasi diare akut dan kronis. Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Terima kasih!