6 Obat Pencegah Kehamilan Aman dan Terpercaya

Obat pencegah kehamilan
Obat pencegah kehamilan

Obat Pencegah Kehamilan Beberapa pasangan yang sudah menikah memilih untuk mengontrol kehamilan agar kelahiran anak menjadi terkendali dan sesuai keinginan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengonsumsi obat pencegah kehamilan. Ada beberapa pilihan obat pencegah kehamilan yang dapat Anda coba dan tersedia di banyak apotek.

Apa sajakah obat pencegah kehamilan tersebut? Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai obat pencegah kehamilan, mari simak penjelasan dibawah ini.

Obat Pencegah Kehamilan Aman dan Terpercaya

Berikut dibawah ini beberapa obat pencegah kehamilan yang dapat Anda coba.

1. Obat pencegah kehamilan: Trinordiol-28

Obat pencegah kehamilan Trinordiol-28
Obat pencegah kehamilan Trinordiol-28

Trinordiol-28 merupakan obat pencegah kehamilan setelah kegagalan pengendalian kelahiran. Obat yang berisi 28 tablet ini diproduksi oleh Sunthi Sepuri/Wyeth-Ayerst. Mengandung Levonorgestrel dan Ethinylestradiol.

Obat ini khususnya bekerja dengan mencegah pelepasan telur (ovulasi) selama siklus menstruasi. Perlu Anda ketahui, obat ini tidak akan menghentikan kehamilan yang sudah ada atau melindungi Anda atau pasangan Anda dari penyakit menular seksual. Dan jangan gunakan obat ini pada ibu hamil dan menyusui.

Untuk obat yang satu ini, Anda diharuskan mengonsumsinya selama 28 hari secara berturut-turut. Penggunaan obat pencegah kehamilan ini dimulai pada hari ke-1 menstruasi dan tetap harus diminum setiap hari tanpa terlewat. Usahakan mengonsumsi obat ini selalu dalam waktu yang sama. Obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Penggunaan obat ini tetap harus berdasarkan resep atau anjuran dokter. Harganya cukup murah yakni berkisar Rp 25.000/strip.

2. Obat pencegah kehamilan: Yasmin Tablet

Obat pencegah kehamilan Yasmin
Obat pencegah kehamilan Yasmin

Obat pencegah kehamilan lainnya adalah Yasmin Table. Obat ini terdiri dari 2 kombinasi hormon yaitu estrogen (etinil estradiol) dan progestin (drospirenone). Kandungan drospirenone didalam obat ini dapat membantu tubuh dalam meminimalisir produksi hormon yang mengelola keseimbangan elektrolit dan air didalam tubuh serta mengurangi produksi hormon androgenik atau testoid.

Penurunan hormon androgen tersebut dapat mengurangi gejala PMS ringan seperti peningkatan nafsu makan, mood buruk, dan perut kembung karena retensi air. Obat ini juga bahkan bisa digunakan untuk mengobati jerawat. Karena drospirenone bisa menyebabkan peningkatan kadar kalium berlebihan. Maka Yasmin tablet tidak boleh digunakan oleh wanita dengan gangguan ginjal, hati, atau adrenal.

Obat ini bekerja terutama dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) selama siklus menstruasi. Obat ini dikonsumsi sejak ke-1 masa menstruasi kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsinya selama 7 hari dan tidak lagi setelahnya. Harganya cukup mahal yaitu berkisar Rp 250.000/pcs.

3. Obat pencegah kehamilan: Ulipristal Aseta

Obat pencegah kehamilan ellaOne
Obat pencegah kehamilan ellaOne

Ulipristal Aseta juga dikenal dengan nama ellaOne. Ulipristal Aseta merupakan obat pencegah kehamilan dan juga untuk menangani mioma uteri (tumor jinak pada rahim).

Hindari penggunaan obat ini pada wanita dengan penyakit hati yang parah. Bukan hanya itu saja, obat ini juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada wanita yang menderita asma yang parah dan sedang dalam penanganan menggunakan glukokortikoid karena Ulipristal Aseta mempunyai kandungan anti-glukokortikoid setelah dilakukan pengujian pada hewan uji coba.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Nah, jika terjadi muntah dalam waktu 3 jam setelah mengonsumsi obat ini, minum kembali obat ini. Ulipristal Aseta dapat dikonsumsi kapan saja selama siklus menstruasi.

Penggunaan obat ini tetap harus berdasarkan resep atau anjuran dokter. Harganya cukup mahal yakni berkisar Rp 280.000.

4. Obat pencegah kehamilan: Nogestat Tablet

Obat pencegah kehamilan Nogestat
Obat pencegah kehamilan Nogestat

Nogestat Tablet adalah obat pencegah kehamilan yang mengandung Levonogestrel  0.75 mg yang diproduksi oleh PT. Novell Pharmaceutical. Obat ini bekerja dengan mencegah ovarium dari pelepasan telur, meningkatkan cairan pada leher vagina sehingga sperma sulit masuk, dan menghambat proses penempelan telur pada dinding rahim.

Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hamil atau mempunyai reaksi hipersensitivitas terhadap Levonogestrel (kandungan Nogestat Tablet). Obat ini termasuk golongan obat keras jadi harus dibeli dengan resep dokter. Dapat diminum kapan saja selama siklus menstruasi. Tetapi, jika terjadi muntah dalam kurun waktu 3 jam maka tablet harus diminum kembali.

Semua obat kimia umumnya memiliki efek samping. Berikut dibawah ini efek samping dari penggunaan Nogestat Tablet.

  1. Sakit perut bagian bawah.
  2. Sakit kepala.
  3. Sakit pada payudara.
  4. Mual.
  5. Perdarahan ringan.

Harganya cukup murah yakni berkisar Rp 24.000/strip.

5. Obat pencegah kehamilan: Marvelon 28 Limas

Obat pencegah kehamilan Marvelon 28
Obat pencegah kehamilan Marvelon 28

Terakhir, salah satu obat pencegah kehamilan adalah Marvelon 28 Limas. Obat yang berbentuk tablet ini merupakan Schering-Plough yang mengandung Desogestrel dan Ethinylestradiol. Adapun cara kerja obat ini yaitu:

  • Mengatur hormon sehingga proses pematangan sel telur (ovulasi) dapat dicegah.
  • Mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma akan sulit mencapai sel telur untuk pembuahan.
  • Menjadikan kondisi dinding rahim tidak sesuai untuk pelekatan embrio.

Adapun kontra indikasi dari penggunaan obat Marvelon 28 Limas adalah:

  • Pasien dengan penyakit jantung.
  • Pasien dengan penyakit hati berat.
  • Pasien dengan penyakit Diabetes Miletus (kencing manis) yang mempengaruhi darah.
  • Sedang sakit kepala parah.
  • Pasien dengan riwayat kanker payudara
  • Pasien dengan kanker dinding rahim
  • Setelah operasi besar yang tidak mampu bergerak (imobilisasi) dalam jangka panjang.
  • Pasien hamil dan menyusui

Obat ini dikonsumsi sejak ke-1 masa menstruasi tanpa terputus sebanyak 1 kali sehari dan harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter karena termasuk Golongan Obat Keras. Obat pencegah kehamilan ini dikonsumsi bersama makanan. Harganya cukup murah yakni berkisar Rp 70.000.

6. Obat pencegah kehamilan: Pil Kombinasi

Obat pencegah kehamilan Pil Kombinasi
Obat pencegah kehamilan Pil Kombinasi

Pil kombinasi merupakan salah satu jenis pil KB. Disebut sebagai pil kombinasi karena merupakan kombinasi dari pil esterogen dan progesteron. Cara kerja pil ini adalah mencegah ovarium (indung telur) melepaskan sel telur guna menghambat ovulasi, mengentalkan lendir serviks (mulut rahim) untuk menghambat sperma, dan juga menipiskan lapisan rahim guna mencegah menempelnya embrio jika terjadi pembuahan.

Harganya cukup murah yakni berkisar Rp 15.000/strip. Satu strip pil ini dapat digunakan selama 28 hari. Anda harus mengonsumsinya tanpa putus. Setelah itu hentikan konsumsi dan lanjutkan kembali ketika hari menstruasi pertama dimulai.

Sekian artikel mengenai obat pencegah kehamilan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Terima kasih!