7 Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan dengan Suami/Istri

Solusi pencegah kehamilan
Test pack untuk mengetahui kehamilan

Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan? Apakah bisa? Bagaimanakah cara mencegah kehamilan setelah berhubungan agar tidak kebobolan?

Beberapa dari anda mungkin belum siap untuk memperoleh momongan setelah menikah. Sebab masih belum menyiapkan tabungan, keadaan yang masih sulit dan sebagainya. Alasan yang diutarakan memang bermacam-macam. Menunda atau mencegah kehamilan juga dilakukan oleh pasangan yang telah mempunyai anak. Alasannya tentu saja untuk membuat jarak agar lebih fokus mengurus si kakak dulu sebelum memberikannya adik.

Beberapa tips cara mencegah kehamilan setelah berhubungan bisa anda dapatkan dari orang yang lebih berpengalaman, orang tua ataupun bersumber dari internet. Memang tidak semua tips atau cara pencegahan akan berhasil. Sebab kondisi seseorang yang berbeda-beda tentu akan berpengaruh pada keberhasilan tips tersebut. Sebelum menunda kehamilan sebaiknya anda dan pasangan membicarakannya terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar kedua pihak saling mendukung, sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

mencegah kehamilan sebelum berhubungan
mencegah kehamilan sebelum berhubungan

7 Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan

Mencegah kehamilan sebelum berhubungan tentu lebih mudah daripada mencegahnya setelah berhubungan. Maka dari itu jika anda memang berencana untuk mencegah kehamilan hendaknya dimulai dari sebelum berhubungan. Menggunakan makanan atau minuman sebagai pencegah kehamilan tidak selalu efektif. Sebab kondisi psikis dan ketahanan seseorang pasti berbeda-beda, Berikut ini adalah tips mencegah kehamilan yang bisa anda terapkan.

1. Periode subur sebagai cara mencegah kehamilan

Cara mencegah kehamilan dengan menghitung masa subur sering digunakan oleh pasangan yang enggan menggunakan alat kontrasepsi. Masa subur seorang perempuan adalah saat sel telur siap dibuahi di dalam rahim. Masa subur ini terjadi sekitar 12 hari, sebelum haid datang. Periode subur ini berbeda-beda bagi tiap perempuan. maka anda harus menghitung dengan teliti lebih dulu.

Dengan mempelajari siklus haid anda minimal 3 bulan, maka anda bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan tanpa resiko kehamilan.

Ada baiknya berkonsultasi dengan ahli kandungan untuk mengetahui dengan pasti cara menghitung periode subur anda.

2. Mencegah kehamilan dengan kontrasepsi

Menggunakan kontrasepsi adalah cara paling efektif untuk mencegah kehamilan. Ada banyak jenis kontrasepsi yang bisa digunakan, seperti pil, spiral, IUD, implan atau suntik. Pemakaian kontrasepsi ini biasanya dengan jangka waktu, artinya tidak digunakan satu jenis untuk seumur hidup anda. Kontrasepsi juga dipakai untuk mengatur jarak kelahiran. Sebelum memilih kontrasepsi anda harus bertanya kepada bidan atau dokter yang berwenang.

Ceritakan pula riwayat penyakit yang mungkin akan meningkatkan resiko penyakit lain bila anda menggunakan jenis kontrasepsi terrtentu. Pilihlah alat kontrasepsi yang aman dan nyaman bagi kedua pihak. Sebab tidak semua orang cocok dan nyaman menggunakan alat kontrasepsi.

3. Coitus interupsi sebagai solusi mencegah kehamilan

Coitus interupsi atau ejakulasi di luar bisa anda terapkan sebagai upaya pencegahan kehamilan. Seperti di ketahui bahwa kehamilan dapat terjadi saat sel telur dibuahi oleh sperma pria yang masuk. Sebab itu dengan mencegah sperma bertemu dengan sel telur, maka anda dapat menghindari kehamilan.
Pasangan bisa mengeluarkan sperma terlebih dulu di luar kemudian baru kembali berhubungan. Tapi perlu diingat bahwa cara ini memerlukan timing yang tepat. Keteledoran pasangan akan beresiko kehamilan.

mencegah kehamilan dengan kontrasepsi
mencegah kehamilan dengan kontrasepsi

4. Mencegah kehamilan dengan Sterilisasi

Bagi pasangan yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, sangat dianjurkan untuk mencoba metoda sterilisasi ini. Sterilisasi ini suatu pembedahan untuk mengikat atau memotong saluran tuba fallopi di rahim tujuannya agar sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Sehingga pembuahan tidak akan terjadi. Tehnik ini sangat ampuh untuk mencegah kehamilan.

Namun Sebelum memutuskan untuk melakukan sterilisasi dianjurkan berkonsultasi dulu dengan pasangan juga dokter yang memeriksa. Jika anda masih berusia muda atau baru mempunyai anak satu sebaiknya menghindari metoda sterilisasi ini, sebab prosedur ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki.

5. Solusi vasektomi sebagai pencegah kehamilan

Bagi pria yang sudah tidak menginginkan keturunan lagi, atau jika menderita kelainan genetik sehingga tidak disarankan untuk mempunyai anak. Bisa mencoba prosedur vasektomi, yaitu memotong saluran vas deferens, dimana saluran sperma tersebut tidak lagi dapat keluar saat berhubungan.

Sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Setelah melakukan vasektomi sperma masih tetap dihasilkan, tetapi kualitasnya sudah menurun atau malah tidak ada sperma lagi yang keluar. Sperma yang tidak keluar ini akan diserap kembali oleh tubuh. Vasektomi ini tidak berpengaruh pada kehidupan seksual anda. Jadi tidak ada resiko sampingan yang mungkin anda rasakan.

6. Menggunakan Spermisida agar tidak hamil

Spermicide atau spermasida adalah jenis lain dari alat kontrasepsi yang kini mulai banyak digunakan sebagai pencegah kehamilan. Spermicide ini berbentuk gel dan mengandung bahan kimia yang bertugas melemahkan sperma agar tidak dapat membuahi sel telur. Pengaplikasian gel spermaside ini dengan menaruhnya di area kewanitaan anda. Atau cara yang lebih efektif dengan mengkombinasikannya dengan kondom. Meski cukup ampuh sebagi pencegah kehamilan, namun penggunaan gel ini tidak disarankan terlalu sering. Sebab dapat mengakibatkan iritasi pada daerah kewanitaan anda.

7. Kondom sebagai pencegah kehamilan

Penggunaan kondom memang cukup efektif sebagai pencegah kehamilan. Selain menghindarkan dari kehamilan yang tidak diinginkan, kondom juga berfungsi menghindarkan anda dan pasangan dari bahaya penyakit menular. Gunakan kondom secara benar agar hasil yang diinginkan tercapai. Periksa selalu tanggal kadaluarsa barang sehingga mencegah adanya produk yang rusak ketika digunakan. Gunakan hanya untuk sekali pakai saja.

Itulah beberapa cara mencegah kehamilan setelah berhubungan. Anda bisa menerapkannya sebagai upaya pencegahan. Hal yang perlu diingat adalah untuk tidak melakukan tindakan pencegahan yang justru membahayakan diri anda dan pasangan. Anak adalah karunia dari sang pencipta, jadi kehadirannya juga merupakan anugerah.

Dalam kehidupan berumah tangga dan kehidupan seksual hendaknya kedua pihak saling berkomunikasi. Mintalah pendapat dari pihak ketiga sebagai bahan pertimbangan agar keputusan yang diambil membawa kebaikan bagi semua. Dengan adanya komunikasi maka apa yang direncanakan atau diinginkan lebih lekas terwujud. Selamat mencoba.